Sunday, July 6, 2008

Tak mati dek keji,Tak hidup dek puji


Assalamualaikum...

Seorang teman mengingatkan aku kenapa aku perlu menulis. Aku benar2 menghargai ingatannya. Terima kasih teman.

Sejujurnya aku sudah dipenuhi hambatan masa dan urusan duniawi yang takkan selesai selagi kubur tidak menjadi tempat tinggalku sehingga tiba Hari Pengadilan.

Maafkan aku kerana terlalu kedekut dgn ilmu yang sedikit dan tidak menulis untuk berkongsi apa yang ku tahu dgn teman-teman sperjuangan.Aku tahu benar diri ini. Seorg hamba yang inginkan yang terbaik dalam hidup dan amat takut dengan sindiran Allah yang mengatakan jika dunia ini di hati,maka akan melampaulah hambanya. Takut dengan pengadilan itu,takut dengan dosa-dosaku.

Jika diterus dengan takut-takutku pasti takkan habis blog ni kutulis hingga esok pagi. Teman,izinkan aku berkongsi satu peristiwa dengan kamu. Kemudian fikirkanlah dan hantarkan pendapatmu teman. Aku memerlukan pendapat itu untuk cermin diri yang ternyata bukan sempurna.

Begini,

aku diuji Allah dengan perangai manusia yang berbagai.

Satu hari aku ditengking,satu hari aku dimarah dan satu hari aku dirisau. Peristiwa ini berlaku dalam hari-hari aku,iaitu seorg hamba yang biasa.

Lalu,aku melaluinya dengan diam,dan dengan bertegas pada si pemarah tadi agar beringat banyak penyelesaian yang ada,tetapi persengketaan yang dipilih,bukankah pendamaian ada?

Dan peristiwa terakhir,aku meminta dgn nada tegas kpd insan terbabit agar tidak risau aku.

Kelakarkan? Sepatutnya aku membalas peristiwa2 di atas dgn urutan terbalik.

Teman,aku manusia biasa.Aku mengingatkan diri yang wajib diingati selalu. Dalam buku La Tahzan kehidupan ini tidak lebih dari seteguk air,sepotong roti dan bayang.Akhirnya kita akan mati juga.Menemui Dia adalah takdir kita semua.Justeru kenapa kita perlu bersedih?

Bukankah masa terlalu pendek untuk bersedih,mencari pergaduhan atau untuk risau tidak tentu hala??


Sebagai manusia kita takkan terlepas dari melakukan kesalahan,bersedih dan takut dengan takdir Tuhan yang kadang2 menggugat iman senipis kulit bawang ini.

Tapi teman beranikanlah diri menghadapi kehidupan ini.Pilihlah untuk gembira dan ingat yang bekorban tidak semestinya terkorban...

Aku pernah terbaca mengenai manusia yg bekorban utk kebahagiaan org lain(yg pasti kaum ibu nombor satu di sini),tetapi ingat,mengapa ketika dlm kapal terbang kita mesti memakai topeng udara sebelum memakainkan kepada anak/org lain?

Anda adalah pembaca blog saya yang cukup kecil ini,anda pasti faham teman-temanku... Kita mesti membahagiakan diri sebelum membantu org lain bahagia.
(ini saya dapat dari majalah di mana wajah Inneke Koesharwaty ditemubual,x salah saya majalah nur/kasih)

Cukuplah,hentikan membuat org lain selesa dgn anda,anda sbnrnya harus selesa dgn diri...(saya meminati rancangan OPRAH,ini saya dapati ketika Oprah menemubual wanita2 di umur pertengahan)

Kerana Imam Syafie sendiri menyatakan memenuhi segala kesesuaian dgn semua manusia adalah hal yg TAK MUNGKIN kamu capai!!

Teman-temanku,aku hanya pembaca buku,ayat-ayat cinta yang ditulid,dihafaz oleh para ilmuwan kegemaran dan dikagumi aku.Tak mungkin aku mampu mengahrungi hidup ini tanpa pedoman dari Al-Quran,AsSunah dan pesanan wali-wali Allah.

Pilihlah hidupmu teman,

Ketika manusia lain berkata,jadilah dirimu!

Maka,sebenarnya PILIHLAH apa yang sesuai dengan jiwa yang dijadikan oleh RabbMu,tanpa melanggar larangan-Nya,dan kamu adalah orang paling gembira dengan pilihan itu.

Aku sudah kehausan kata-kata dari minda dan hati. InsyaAllah akan aku menulis lagi dan membaca blog teman-teman yang lain. Izinkan aku undur diri ini,kerana aku pasti lagi akan menulis untuk diri...



2 comments:

Sazana said...

hanum...
life isnt easy rite...
ya...im trying to make other else hepi...without them to see...dat im so hurt inside...i dun wan to guve up...bt sumtim...i feel like i dun wan to live...coz its really pain...diz was the 2nd time hapen to me...n it so hurt...y i keep on trying even i noe...myself..even myself...goin to fall...like...menggali kubur sndri...sgt skit anum...i try to make myself hepi...njoy my life...trying my best to do wateva i want...n pray for other to be hepi...bt it was so pain...really pain anum...if it was so easy to deny our feelin...the more i try to fight...the more i get myself weak...mayb im to hopin...i wish diz all ends...plz God...i cnt take it anymore...

hamba Allah said...

hhhhmmmm.... thats a good writing... sy pn xbyk membaca sgt, tima kasih la sbb wat blog ni, kurg2 dpt jgk pengajaran dan citer yg menarik...